Mitos-Mitos Kehamilan Trimester Ketiga

Usia kehamilan yang memasuki trimester ketiga adalah usia kehamilan yang sangat menegangkan karena mendekati waktu melahirkan. Tak terasa waktu kelahiran menjadi semakin dekat dan tinggal menghitung minggu kemudian hari.

Anda mungkin dibuat khawatir oleh berbagai macam mitos yang beredar di masyarakat sedanagkan anda sendiri tidak mengetahui kebenaran yang sebenarnya dan anda akan kesulitan membedakan manakah yang seharusnya anda percayai.

Pada masa kehamilan ini ibu hamil mungkin seringkali mendapat nasihat dari orang lain yang bermaksud baik. Namun ternyata ada beberapa pernyataan yang sering beredar dimasyarakat yang kurang tepat seperti contoh jika janin berada dibawah perut ibu hamil maka bisa dipastikan jenis kelamin janin yang berada dalam kandungan adalah laki-laki. Padahal hal ini terjadi karena otot-otot daerah perut menjadi lebih kencang atau keras.

Namun memang ada juga mitos yang beredar dimasyarakat yang bisa dijelaskan secara ilmiah dan benar adanya.

Mitos kehamilan trimester ketiga

Beberapa mitos yang beredar dimasyarakat dan faktanya adalah:

Berhubungan intim pada trimester ketiga akan menyebabkan persalinan premature

Berhubungan intim saat usia kehamilan trimester ketiga memang memicu proses persalinan namun bukan berarti akan mengakibatkan persalinan dini. Menurut dokter yassin menjelaskan tentang hal ini adalah sebagai berikut:

  • Rangsangan pada putting dan genital akan melepaskan oksitosin yang dapat memicu kontraksi pada Rahim
  • Stimulasi yang terjadi pada leher Rahim saat melakukan hubungan suami istri juga memicu pelepasan prostaglandin yang akan mengakibatkan pelunakan jalan lahir.
  • Cairan semen juga mengandung prostaglandin yang akan mengakibatkan pelunakan jalanlahir

Namun meskipun ada teori yang menjelaskan mengenai hal tersebut. Hal ini tidak berarti akan menyebabkan kelahiran premature. Karena pada dasarnya kelahiran premature diakibatkan oleh adanya infeksi dan beberapa hal lainnya.

Jika dokter mengatakan bahwa kehamilan anda normal dan tidak ada pertanda akan memicu resiko kelahiran premature maka anda tetap aman melakukan hubungan intim dari awal masa kehamilan hingga anda melahirkan.

Namun jika anda memiliki riwayat incompetensia serviks yang memicu resiko kelahiran premature sebaiknya anda melakukan hubungan intim dengan lebih hati-hati atau anda bisa menundanya dulu untuk keamanan kandungan anda.

Melakukan pekerjaan berat seperti mengepel lantai, berjongkok lama dan melakukan perjalanan jauh akan melancarkan proses persalinan

Dengan melakukan perjalanan jauh otot panggul anda akan terlatih dan menjadi lebih rileks. Dan memicu kelenturan otot-otot yang akan berperan saat anda melangsungkan persalina.

Namun cara berjalan anda juga harus dipastikan aman, dan ketika anda mengepel anda harus sangat berhati-hati karena lantai mungkin akan menjadi lebih licin dan dikhawatirkan anda tergelincir.

Trimester ketiga Ibu hamil tidak boleh olahraga

Olahraga pada ibu hamil dan orang yang sedang tidak hamil tentunya harus dibedakan, anda yang sedang hamil termasuk trimester ketiga sebaiknya olahraga ringan saja untuk melatih kelenturan otot-otot anda. Olahraga ringan ini seperti melakukan senam hamil atau berjalan-jalan kecil secara rutin.

Jangan menggunakan safety belt jika merasa tidak nyaman saat berkendara

Safety belt seperti yang sudah kita ketahui bahwa sangat  penting digunakan saat anda berkendara, hal ini untuk menjaga keamanan saat berkendara termasuk ibu hamil. Agar anda merasa nyaman sebaiknya hindari menggunakan safety belt pada bagian atas perut atau melintasi perut. Gunakan safety belt pada pinggang atau bagian bawah perut.

Anda bisa menentukan jenis kelamin janin dengan melihat bentuk perut

Pembentukan kelamin pada janin akan dimulai pada usia kehamilan minggu ke lima dan tergantung dari kromosom sex embrio XX atau XY.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *